Pramuka Bojongmangu

Adhyaksa Akan Jadikan Pramuka Membumi

Posted by Dkr Bojongmangu Senin, 06 Januari 2014 0 komentar

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. H. Ashyaksa Dault, SH akhirnya terpilih sebagai Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka periode 2013-2018, dalam Munas Gerakan Pramuka di Kupang Kamis (5/12/2013). 
Dalam sidang pemilihan Ketua Kwarnas yang dipimpin Kak Abdul Shobur (Ketua Kwarda Sumatera Selatan), Adhyaksa mendapat 17 suara. Ia menyisihkan tiga kandidat lainnya Jana T. Anggadiredja (Mantan Waka Kwarnas) dengan 15 suara, Eris Herryanto (Mantan waka Kwarnas) satu suara dan Nanan Sukarna (Mantan Wakapolri) mendapat satu suara. Pemilihan dilakukan secara langsung dan terbuka,diikuti oleh 34 Kwartir daerah yang memiliki hak suara ditambah satu suara mewakili Kwarnas.
Sebelumnya ada 10 calon tetapi dua hari menjelang pemilihan mengerucut menjadi enam calon karena empat calon tidak melengkapi administrasi pencalonan yakni Prabowo Subianto, Irman Gusman, Pramono Edhie Wibowo, dan Azwar Abubakar. Sedangkan satu calon yakni Syahrul Yasin Limpo menarik diri karena akan fokus mengurus Pemda Sulawesi Selatan.
Pada saat penyampaian visi dan misi, calon Kwarnas Dede Yusuf yang juga Ketua Kwarda Jawa Barat tampil meyakinkan karena didukung penayangan video yang sudah disiapkan dengan matang. Namun akhirnya ia menyatakan tidak meneruskan pencalonan karena masih banyak tokoh yang menurutnya lebih baik untuk memimpin Kwarnas kedepan. Setelah mundur dari podium Dede berpelukan dengan Kak Jana Anggadiredja yang juga dari Jawa Barat.
Ketua terpilih Adhyaksa Dault dalam visi dan misinya ingin membawa Pramuka ke depan sebagai “scout for change”,Pramuka untuk perubahan. Untuk itu ia akan menghadirkan Pramuka di tengah-tengah masyarakat sehingga membawa pengaruh terhadap perubahan masyarakat. Kegiatan Pramuka harus disesuaikan dengan kebutuhan anak muda dan teknologi informasi. Program unggulannya adalah Indonesian Scouting Academi, yakni sebagai sekolah pelatihan Pramuka kelas dunia. (fur)

Baca Selengkapnya ....

Materi Survival

Posted by Dkr Bojongmangu 0 komentar
Mengapa Ada Survival ?

   Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.
Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.
   Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
• Keadaan alam (cuaca dan medan)
• Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
• Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

   Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.
Definisi Survival
   Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam Riksa Bumi.
S : Sadarlah Situasimu.
U : Untung malang tergantung ketenangan mu.
R : Rasa takut kuasai dengan segera.
V : Vakum dan kekosongan isilah dengan segera.
I : Ingat di mana kamu berada.
V : Viva atau hidup hargailah dia.
A : Adat istiadat patut ditiru.
L : Latihlah dirimu dan belajarlah selalu.
   Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor
1. Sikap mental
- Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
- Akal sehat
- Disiplin dan rencana matang
- Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan
- Cara membuat bivak
- Cara memperoleh air
- Cara mendapatkan makanan
- Cara membuat api
- Pengetahuan orientasi medan
- Cara mengatasi gangguan binatang
- Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
- Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan
- Kotak survival
- Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
• Mengkoordinasi anggota
• Melakukan pertolongan pertama
• Melihat kemampuan anggota
• Mengadakan orientasi medan
• Mengadakan penjatahan makanan
• Membuat rencana dan pembagian tugas
• Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar
• Membuat jejak dan perhatian
• Mendapatkan pertolongan
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

1. Ketegangan dan panik
Pencegahan :
- Sering berlatih
- Berpikir positif dan optimis
- Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas
- Kelelahan panas
- Kejang panas
- Sengatan panas
Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
- Penyakit akut/kronis
- Baru sembuh dari penyakit
- Demam
- Baru memperoleh vaksinasi
- Kurang tidur
- Kelelahan
- Terlalu gemuk
- Penyakit kulit yang merata
- Pernah mengalami sengatan udara panas
- Minum alkohol
- Dehidrasi
Pencegahan keadaan panas :
- Aklimitasi
- Persedian air
- Mengurangi aktivitas
- Garam dapur
- Pakaian :
- Longgar
- Lengan panjang
- Celana pendek
- Kaos oblong

3. Serangan penyakit
- Demam
- Disentri
- Typus
- Malaria

4. Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah
Keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang
Banyak berlatih

5. Bahaya binatang beracun dan berbisa
Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum
Minum air sabun mandi panas
Minum teh pekat
Di tohok anak tekaknya

6. Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan
Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian
Membuat Bivak (Shelter)
Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin
Macam :
a. Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang
Tidak ada gas beracun
Tidak mudah longsor
b. Shelter buatan dari alam
c. Shelter buatan
Syarat bivak :
Hindari daerah aliran air
Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
Bukan sarang nyamuk/serangga
Bahan kuat
Jangan terlalu merusak alam sekitar
Terlindung langsung dari angin
Mengatasi Gangguan Binatang
a. Nyamuk
• Obat nyamuk, autan, dll
• Bunga kluwih dibakar
• Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
• Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
b. Laron
• Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
c. Lebah
Apabila disengat lebah :
• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
• Jangan dipijit-pijit
• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
d. Lintah
Apabila digigit lintah :
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan abu rokok di atas lintahnya
e. Semut
• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan cabe merah pada jalan semut
• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
f. Kalajengking dan lipan
• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
g. Ular
Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC
Membuat Perangkap (Trap)
Macam-macam trap :
• Perangkap model menggantung
• Perangkap tali sederhana
• Perangkap lubang jerat
• Perangkap menimpa
• Apace foot share
Bahan :
• tali/kawat
• Umpan
• Batang kayu
• Cabang pohon
Membaca Jejak
Jenis :
• Jejak buatan : dibuat oleh manusia
• Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan
Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
• Jenis binatang yang lewat
• Arah gerak binatang
• Besar kecilnya binatang
• Cepat lambatnya gerak binatang
Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
• Kotoran yang tersisa
• Pohon atau ranting yang patah
• Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput
Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
1. Hujan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
2. Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
3. Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1. Air sungai besar
2. Air sungai tergenang
3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
Makanan
Patokan memilih makanan :
• Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
• Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
• Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
• Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
• Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan
• Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
• Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
• Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak
Tumbuhan yang dapat dimakan
Dari batangnya :
• Batang pohon pisang (putihnya)
• Bambu yang masih muda (rebung)
• Pakis dalamnya berwarna putih
• Sagu dalamnya berwarna putih
• Tebu
Dari daunnya :
• Selada air
• Rasamala (yang masih muda)
• Daun mlinjo
• Singkong
Akar dan umbinya :
• Ubi jalar, talas, singkong
Buahnya :
• Arbei, asam jawa, juwet
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
• Jamur merang, jamur kayu
Ciri-ciri jamur beracun :
• Mempunyai warna mencolok
• Baunya tidak sedap
• Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
• Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
• Bila diraba mudah hancur
• Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
• Tumbuh dari kotoran hewan
• Mengeluarkan getah putih
Binatang yang bisa dimakan
• Belalang
• Jangkrik
• Tempayak putih (gendon)
• Cacing
• Jenis burung
• Laron
• Lebah , larva, madu
• Siput
• Kadal : bagian belakang dan ekor
• Katak hijau
• Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya
• Binatang besar lainnya
Binatang yang tidak bisa dimakan
• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
• Mengandung racun : penyu laut
• Mengandung bau yang khas : sigung
Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
1. Dengan lensa / Kaca pembesar
   Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
2. Gesekan kayu dengan kayu.
   Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
3. Busur dan gurdi
   Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kit
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :
• Perlengkapan memancing
• Pisau
• Tali kecil
• Senter
• Cermin suryakanta, cermin kecil
• Peluit
• Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
• Tablet garam, norit
• Obat-obatan pribadi
• Jarum + benang + peniti
• dll

Baca Selengkapnya ....

Navigasi Darat

Posted by Dkr Bojongmangu 0 komentar
               


       Navigasi adalah pengetahuan untuk mengetahui keadaan medan yang akan dihadapi, posisi kita di alam bebas dan menentukan arah serta tujuan perjalanan di alam bebas.Pengetahuan tentang navigasi darat ini meliputi
1. Pembacaan peta
2. Penggunaan kompas
3. Penggunaan tanda‑tanda alam yang membantu kita dalam menentukan arah
      Pengetahuan tentang navigasi darat ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kita untuk bergaul dengan alam bebas dari padang ilalang, gunung hingga rimba belantara. Untuk itu memerlukan alat‑alat seperti
1. Peta topografi
2. Penggaris
3. Kompas
4. Konektor
5. Busur derajat
6. Altimeter
7. Pensil

PETA TOPOGRAFI
Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan di atas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah Pete Topografi.Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dare diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk Garis‑Garis Kontur.Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya, yaitu:
1. Judul Peta Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol.
2. Keterangan Pembuatan Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta.
3. Nomor Peta (Indeks Peta) Adalah angka yang menunjukkan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.
4. Pembagian Lembar Peta Adalah penjelasan nomor‑nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolongan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.
5. Sistem Koordinat Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:
   a. Koordinat GeografisSumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau koordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misal Co 120° 32′ 12″ BT 5° 17′ 14″ LS.
   b. Koordinat GridPerpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.
   c. Koordinat LokalUntuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis‑garis faring seperti grid pada peta.Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta. Kedua sistern koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan sering membingungkan, karenanya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.Misal: 72100 mE dibaca 21, 9° 9700 mN dibaca 97, dan lain‑lain.
6. Skala Peta Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat di tuliskanJARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDANPenulisan skala peta biasanya ditulis dengan angka non garis (grafis).Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 25 m di medan yang sebenarnya.
7. Orientasi Arah Utara Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah utara tersebut tidak berada padasatu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:a. Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaituutara yang melalui Kutub Utara di Selatan Bumi.b. Utara Peta (Grid Nortb/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajardengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.e. Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol T (anak pariahseparuh), yaitu Utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau ke Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi. Hanya ada di medan.Karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadipenyimpangan‑penyimpangan sudut, antara lain:a. Penyimpangan sudut antara US ‑ UP balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Peta (IP) atau Konvergensi Merimion. Yang menjadi patokan adalahUtara Sebenarnya (US).b. Penyimpangan sudut antara US ‑ UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yanmg menjadi patokan adalah l Utara sebenarnya ((IS).c. Penyirnpangan sudut antara UP ‑ UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta‑Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Pela f71′).Dengan diagram sudut digambarkanUS           UP                UMTRUE NORTH     MAGNETIS NORTH
8. Garis Kontur atau Garis Ketinggian Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi.Sifat‑sifat garis kontur, yaitu’.a. Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satusama lain dan tidak akan bercabang.b. Garis kontur yang di dalam selalu lebih tinggi dari yang di luar.c. Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang samad. Indek kontur dinyatakan dengan garis tebal.e. Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir atau sama dengan 90°.f. Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Pelana yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.
9. Titik TriangulasSelain dari garis‑garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan  pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi Titik Triangulasi  adalah suatu titik atau benda yang merupakan pilar atau tonggak yang  menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Macam‑macam titik  triangulasia.     Titik Primer, I’. 14 , titik ketinggian gol.l, No. 14, tinggi 3120 mdpl.  3120b. Titik Sekunder, S.45 , titik ketinggian gol.II, No.45, tinggi 2340 rndpl.  2340c. Titik Tersier, 7: 15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl  975d. Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV, No.20, tinggi 875 mdpl.  875e. Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl. 670f. Titik Kedaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.l 31, tg 1202 mdpl. 7202g. Titik Kedaster Kuarter, K.Q 1212, titik ketinggian Kedaster Kuarter,  No. 1212, tinggi 1993 mdpl. 199310. Legenda PetaAdalah informasi tambahan untuk memudahkan interpretasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang pentinguntuk dipahami antara lain:a. Titik ketinggianb. Jalan setapakc. Garis batas wilayahd. Jalan rayae. Pemukimanf. Airg. Kuburanh. Dan Lain‑LainMEMAHAMI PETA TOPOGRAFIA. MEMBACA GARIS KONTUR1. Punggungan GunungPunggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U,  dimana Ujung dari huruf U menunjukkan ternpat atau daerah yang lebih  pendek dari kontur di atasnya.2. Lembah atau SungaiLembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n  (huruf V terbalik) dengan Ujung yang tajam.3. Daerah landai datar dan terjal curamDaerah datar/landai garis kontumya jarang jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.B. MENGHITUNG HARGA INTERVAL KONTURPada peta skala 1 : 50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408‑244/JICA TOKYO‑1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:1. Carl dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misal titik A dan B.2. Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B).3. Hitung jumlah kontur antara A dan B.4. Bagilah selisih ketinggian antara A ‑ B dengan jumlah kontur antara A ‑ B, hasilnya adalah Interval Kontur.C. UTARA PETASetiap kali menghadapi peta topografi, pertama‑tama carilah arah utara peta tersebut. Selanjutnya lihat Judul Peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.D. MENGENAL TANDA MEDANSelain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluanorientasi harus juga digunakan bentuk‑bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:1. Lembah antara dua puncak2. Lembah yang curam3. Persimpangan jalan atau Ujung desa4. Perpotongan sungai dengan jalan setapak5. Percabangan dan kelokan sungai, air terjun, dan lain‑lain.Untuk daerah yang datar dapat digunakan‑.1. Persimpangan jalan2. Percabangan sungai, jembatan, dan lain‑lain.E. MENGGUNAKAN PETAPada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudahtentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelurn berjalan catatlah:1. Koordinat titik awal (A)2. Koordinat titik tujuan (B)3. Sudut peta antara A ‑ B4. Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A ‑ B5. Berapa panjang lintasan antara A ‑ B dan berapa kira‑kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A ‑B.Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah+ Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta.+ Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan di peta.+ Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita, apakah sudah sesuai dengan tanda  medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum.+ Perkirakan berapa jarak lintasan. Misal medan datar 5 krn ditempuh selama 60 menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.+ Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.+ Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan. Misalnya dari pnggungan curam menjadi punggungan landai, berpindah punggungan, menyeberangi sungai, ujung lembah dan lain‑lainnya.+ Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuat lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta) memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan didapatkan panjang lintasan sebenarnya.F. MEMAHAMI CARA PLOTTING DI PETAPlotting adalah menggambar atau membuat titik, membuat garis dan tandatanda tertentu di peta. Plotting berguna bagi kita dalam membaca peta. Misalnya Tim Bum berada pada koordinat titik A (3986 : 6360) + 1400 m dpl. SMC memerintahkan Tim Buni agar menuju koordinat titik T (4020 : 6268) + 1301 mdpl. Maka langkah‑langkah yang harus dilakukan adalah :a. Plotting koordinat T di peta dengan menggunakan konektor. Pembacaan dimuali dari sumbu X dulu, kemudian sumbu Y, didapat (X:Y).b. Plotting sudut peta dari A ke T, dengan cara tank garis dari A ke T, kemudian dengan busur derajat/kompas orientasi ukur besar sudut A ‑ T dari titik A ke arah garis AT. Pembacaan sudut menggunakan Sistem Azimuth (0″ ‑360°) searah putaran jarum Jain. Sudut ini berguna untuk mengorientasi arah dari A ke T.c. Interprestasi peta untuk menentukan lintasan yang efisien dari A menuju T. Interprestasi ini dapat berupa garis lurus ataupun berkelok‑kelok mengikuti jalan setapak, sungai ataupun punggungan. Harus dipaharni betul bentuk garis garis kontur.Plotting lintasan dan memperkirakan waktu tempuhnya. Faktor‑faktor yang mempengaruhi waktu tempuh :+ Kemiringan lereng + Panjang lintasan+ Keadaan dan kondisi medan (misal hutan lebat, semak berduri atau gurun pasir).+ Keadaan cuaca rata‑rata.+ Waktu pelaksanaan (yaitu pagi slang atau malam).+ Kondisi fisik dan mental serta perlengkapan yang dibawa.G. MEMBACA KOORDINATCara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:1. Cara Koordinat PetaMenentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukkan koordinat ini menggunakana. Sistem Enam Angka  Misal, koordinat titik A (374;622), titik B (377;461) b. Cara Delapan Angka  Misal, koordinat titik A (3740;6225), titik B (3376;4614)2. Cara Koordinat GeografisUntuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106° 4$’ 27,79″. Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat kota Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.H. SUDUT PETASudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam.Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem Azimuth (0° ‑ 360°). Sistem Azimuthadalah sistem yang menggunakan sudut‑sudut mendatar yang besarnya dihitungatau diukur sesuai dengan arah jalannya jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah‑arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan.Sistem penghitungan sudut dibagi menjadi dua, berdasar sudut kompasnyaAZIMUTH : SUDUT KOMPASBACK AZIMUTH : Bila sudut kompas > 180° maka sudut kompas dikurangi  180°.  Bila sudut kompas < 1800 maka sudut kompas ditambah  180°.I. TEKNIK MEMBACA PETAPrinsipnya .    ” Menentukan posisi dari arah perjalanan dengan membaca  peta dan menggunakan teknik orientasi dan resection, bila  keadaan memungkinkan ” Titik Awal : Kita harus tahu titik keberangkatan kita, balk itu di peta  maupun di lapangan. Plot titik tersebut di peta dan catat  koordinatnya.Tanda Medan : Gunakan tanda medan yang jelas (punggungan yang menerus, aliran sungai, tebing, dll) sebagai guide line atau pedoman arah perjalanan. Kenali tanda medan tersebut dengan menginterpretasikan peta.Arah Kompas   : Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita. Apakah sesuai dengan arah punggungan atau sungai yang kita susuri.Taksir Jarak    : Dalam berjalan, usahakan selalu menaksir jarak dan selalu memperhatikan arah perjalanan. Kita dapat melihat kearah belakang dan melihat jumalah waktu yang kita pergunakan. Jarak dihitung dengan skala peta sehingga kita memperoleh perkiraan jarak di peta. Perlu diingat, bahwa taksiran kita itu tidak pasti.+10′ X 10′ untuk peta 1 : 50.000+ 20′ X 20′ untuk peta 1 : 100.000Untuk peta ukuran 20′ X 20′ disebut juga LBD, sehingga pada 20′ pada garis sepanjang khatulistiwa (40.068 km) merupakan paralel terpanjang.40.068 km: (360° : 20′) = 40.068 km: (360° : 1/3) = 40.068 km: (360° X 3) 40.068 km : 1080 = 37,1 kmJadi 20′ pada garis sepanjang khatulistiwa adalah 37,1 km. Jarak 37,1 km kalau digambarkan dalam peta skala 1 : 50.000 akan mempunyai jarak : 37,1 km = 3.710.000 cm. Sehingga dipeta : 3.710.000: 50.000 = 74,2 cm.Akibatnya I LBD peta 20′ x 20′ skala 1 : 50.000 di sepanjang khatulistiwa berukuran 74,2 X 74,2 cm. Hal ini tidak praktis dalam pemakaiannya.3. Lembar PetaDikarenakan LBD tidak praktis pemakaiannya, karena terlalu lebar. Maka tiap LBD dibagi menjadi 4 bagian dengan ukuran masing‑masing 10′ X 10′ atau 37,1 X 37,1 cm. Tiap‑tiap bagian itu disebut Lembar Peta atau Sheet, dan diberi huruf A, B, C, D. Jika skala peta tersebut 1 : 50.000, maka peta itu mempunyai ukuran 50.000 X 37,1 = 1.855.000 cm = 18,55 km (1ihat gambar).4. Penomoran Lembar Petaa.     Meridian (garis bujur) yang melalui Jakarta adalah 106° 48′ 27,79″ BT, dipakai sebagai meridian pokok untuk penornoran peta topografi di Indonesia. Jakarta sebagai grs bujur 0b.     Panjang dari Barat ke Timur = 46° 20′, tetapi daerah yang dipetakan adalah mulai dari 12″ sebelah barat meridian Jakarta. Daerah yang tidak dipetakan adalah : 106° 48′ 27,79″ BT ‑ (12° + 46° 20′ BT) = 8′ 27,79″, daerah ini merupakan taut sehingga tidak penting untuk pemetaan darat. Tetapi penomorannya tetap dibuatKeterangan+ Daerah pada petak A dituliskan sheet 1/I‑A dan titik paling Utara dan paling Barat ada di Pulau Weh.+ Cara pemberian nomor adalah dari Barat ke Timur dengn angka Arab (1,2, 3,  , 139). Dari Utara ke Selatan dengan angka Romawi (I, II,III  LI).+ LBD selau mempunyai angka Arab dan Romawi. Contoh : LP No. 47[XLI atau SHEET No. 47/XLI.+ Lembar peta selalu diben huruf, dan huruf itu terpisah dari nomor LBDnya dengan gar’s mendatar. Contoh: LP No. 47/XLI ‑ B.c. Pada uraian diatas disebutkan bahwa garis bujur 0° Jakarta selalu membagi dua buah LBD. Maka untuk lembar peta lainnya selalu dapta dihitung berapa derajat atau menit letak lembar peta itu dan’ bujur 0° JakartaContoh: Lernbar Peta No. 39/XL ‑ A terletak diantara garis 7″ dan 70 10′ LS serta 0° 40′ dan 0° 50′ Timur Jakarta. Kita harus selalu menyebutkan Lembar Peta tersebut terletak di Barat atau Timur dan’ Jakarta.d. Pada Lembar Peta skala 1 : 50.000, LBD‑nya dibagi menjadi 4 bagian. Tetapi untuk peta skala 1 : 25.000, 1 LBD‑nya dibagi menjadi 16 bagian dan diberi huruf a sampai q dengan menghilangkan huruf je. Mencari batas Timur dan Selatan suatu.Sheet atau Lembar Peta.Contoh+ Batas Timur dari bujur 0″ Jakarta adalah 47/3 X I = 15″ 40′ Timur Jakarta atau 15° 40′ ‑ 12° = 3° 40′ BT Jakarta (batas paling Timur Sheet B).+ Batas Selatan dan 0° Khatulistiwa adalah 47/3 : 1 = 13″ 40′ atau 13° 40′ 6″ = 7° 40′ LS. Karena terlatak pada Lembar Peta B dalam 1 LBD, maka dikurangi 10′. Sehingga didapat : 7° 40′ ‑ 10′ = 7″ 30′ LSf. Mencari nomor Lembar Peta atau Sheet.  Batas Timur Jakarta = 15″ 40′, sedang batas Selatan adalah 7″ 30′ LS.  + Jumlah LBD ke Timur = 15° 40′ X 3 X 1 LBD = 47 LBD  + Jumlah LBD ke Selatan 13″ 40′ X 3 x 1 LBD = 41 LBD (XLI)g. Mencari suatu Posisi/Lokasi  Contoh : sebuah pesawat terbang jatuh pada koordinat.‑ 110° 28′ BT dan  7° 30′ LS. Cari nomor Lembar Petanya Caranya adalah+ 110° 28′ ‑ 94″ 40′ = 15″ 48′15° 48′ X 3 = 47t’ 24′ (batas paling Timur)+ 60 + 7″ 30′ = 13″ 30′130 30′ X 3 = 40° 30′ (batas paling Selatan)h. Perhitungan di Koordinat Geografis+ CARA ILuas dari I Sheet peta adalah 10′ X 10′, seluas 18,55 km X 18,55 km pada peta 1 ‑ 50.000. Sehingga di dapat (10 X 60 ‑ 18,5 5) ‑ 20 = 1,617,dibulatken menjadi 1,62 (sebagai konstanta). Misal peta yang digunakan peta Sheet No. 47/XLI ‑ BTriangulasi T. 932 terletak pada : 46 mm dari Timur dan 16 mm dari Selatan.1915Posisi Sheet 47/XLI ‑ B1060 48` 27,79″ + 30 40′ = 110° 28′ 27,79″Dari Timur: 46 mm X 1,62 = 1′ l4°52″1100 28′ 27,79″ BT ‑ 1′ 14,52″ = 110° 27′ 13,27″ BT(dikurangi karena semakin mendekati ke titik Jakarta).Dari selatan : 16 mm X 1,62 = 25,92″7° 30′ LS ‑ 25,92″ = 7f’ 29′ 34,08″ LS (dikurangi karena semakin mendekati equator).Sehingga titik Triangulasi T. 932 terletak pada koordinat: 110° 27′  13,27″ BT dan 7° 29′ 34,08″ LS.                         1915Untuk penggunaan peta 1 : 25.000, cara penghitungannya sama, hanya konstantanya diubah menjadi 0,81, yang didapat dari :{(5 X 60) : 18,55 1 : 20 = 0,808, dibulatkan menjadi 0,81Luas dari 1 Sheet peta skala 1 : 25.000 adalah 5′ X 5′+ CARA 11Dari Timur : 46 mm = (46 : 37,1) X 60 = 1 ‘ 14,39″110° 28′ 27,79″ BT ‑ 1′ 14,39″ = 11 Of’ 27′ 13,40″ BTDari Selatan: 16 mm = (16 :37,1) X 60 = 25,87″7° 30′ LS ‑ 25,87″ = 7t’ 29′ 34,13″ LSSehingga titik Triangulasi T. 932 terletak pada koordinat : I I0” 27′  13,40″ BT dan 7° 29′ 34,13″ LS.                                   1915Pada hasil perhitungan Cara I dan Cara II terdapat selisih 0,13″ untuk BT dan 0,05″ untuk LS. Hal ini tidak jadi masalah karena masih dalam batas toleransi dan koreksi, yaitu kurang dari 1,00″.Untuk penggunaan peta 5′ X 5′, 10′ X 10′ dan 20′ X 20′ tetap menggunakan pembagi 37,1. Sebaliknya, Jika ada laporan dengan koordinat gralicule, maka cara menentukan lokasinya pada peta adalah (Contoh) “Satu unit SRU menempati sebuah lokasi dengan koordinat 110° 27′ 13,27″ BT dan 7° 29′ 34,08″ LS, tentukan lokasi SRU tersebut pada peta Sheet No. 47/XLI ‑ B” JAWAB : Posisi peta 47/XLI ‑B : 110° 28′ 27,79″ BT sehingga 110° 27, 13,27″ BT 1 10 “27′ 13,27 1′ 14,52″ ‑ 74,52″

74,52″ : 1,62 = 46 mm dari timur, dan ukurlah dengan penggaris Batas Selatan : 7°30′ sehingga didapat 7030′ LS ‑7029′ 34.08″ = 25.92″ 25,92″ : 1,62 = 16 mm dari selatan dan ukurlah dengan penggaris Titik perpotongan kedua garis tersebut adalah lokasi dari SRU yang dimaksud, yaitu 46 mm dari sisi timur dan 16 mm dari sisi selatan berada di sekitar Tnangulasi T.932



Baca Selengkapnya ....

SERAGAM TERBARU PRAMUKA

Posted by Dea Alfi Fauzan Minggu, 04 Agustus 2013 0 komentar
Gerakan Pramuka melakukan perubahan pakaian seragam pramuka yang diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menggantikan Keputusan Kwartir nasional Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersebut terdapat perubahan Pakaian seragam anggota Gerakan Pramuka dari seragam yang lama ke Seragam yang baru. 

Ada beberapa perubahan atau perbedaan yang mencolok antara seragam yang baru dengan seragam yang lama, antara lain :
  1. Pada pakaian seragam tingkat Pramuka Siaga putera maupun puteri, adanya penambahan berupa list berwarna coklat tua pada bagian lengan dan saku.
  2. Untuk anggota pramuka tingkat Penggalang puteri, pada baju seragam sama dengan baju seragam untuk anggota putera yang dimana memamakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dan tidak terdapat lipatan melintang di atas dada. Sebelumnya baju seragam puteri tidak terdapat saku di dada dan terdapat lipatan di atas dada, atau baju seragam antara putera dan puteri mengenakan model pakaian yang berbeda 
  3. Untuk anggota puteri semua tingkatan menggunakan setangan leher seperti setangan leher Putera dan menggunakan ring, yang dimana sebelumnya anggota puteri mengenakan Pita Leher.
  4. Tutup kepala anggota puteri untuk tingkat Penggalang, Penegak, dan Pandega dengan tutup kepala berbahan laken/beludru. Sebelumnya menggunakan tutup kepala yang terbuat dari anyaman
  5.  Untuk anggota putera untuk tingkat Penggalang, Penegak, dan Pandega, adanya Penambahan saku timbul di kanan kiri celana dan saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri yang jumlah sakunya sebanyak enam saku. Sebelumnya anggota putera mengenakan celana dengan  empat saku berupa dua saku dalam di samping kanan dan kiri serta dua saku lagi di belakang kanan kiri.

Ya, bagi Pramuka di Bojongmangu mungkin baru Penegak saja yang sudah menerapkan karena berada di bawah naungan DKR. Nah, Kwarran Bojongmangu juga akan menerapkannya pada Siaga dan Penggalang

Berikut ini gambar pakaian seragam anggota Gerakan Pramuka sesuai salinan PP no. 174 Tahun 2012.





Mohon agar segera menerapkannya di setiap gugus depan dan seluruh jajaran Pramuka Bojongmangu. Terima Kasih :)

Baca Selengkapnya ....

IKUT JOTI VIA mIRC

Posted by Dea Alfi Fauzan Jumat, 02 Agustus 2013 0 komentar
Jamboree On The Internet Nasional sedang dilaksanakan hari ini sampai tanggal 4 agustus nanti. Mau Ikut ? Masih bingung cara ikutnya ?? Nah kami akan menginformasikan cara ikut Joti via miRC. 

Mengikuti Joti memang bisa dengan berbagai layanan, namun yang paling direkomendasikan adalah menggunakan aplikasi mIRC. Karena itu menjelang dilaksanakannya dilaksanakannya Jamboree On The Air (Jota) Nasional ke-73 dan Jambore On The Internet (Joti) Nasional ke-31 serta partisipasi dalam 9th Asia-Pacific Regional Air/Internet Jamboree Tahun 2013 yang akan dibuka secara resmi hari ini (2 Agustus) pukul 16.00 WIB, kami sampaikan cara mengikuti JOTI dengan menggunakan mIRC sekaligus cara instal mIRC dan cara settingnya.

Untuk mengikuti JOTI kita bisa bergabung di stasiun-stasiun penyelenggara JOTA-JOTI yang biasanya didirikan oleh Kwarcab dan DKC. Selain itu, kita juga bisa melakukan JOTi secara mandiri di rumah ataupun di mana saja selama memiliki perangkat komputer, laptop atau sejenisnya, koneksi internet, dan tentunya program chat. Kita akan mencoba menggunakan program chat mIRC, program yang paling direkomendasikan dalam JOTI.


Cara Instal dan Setting mIRC untuk JOTI

Berikut adalah langkah-langkah mengikuti Joti via mIRC, mulai dari download program chat, hingga cara install dan cara melakukan konfigurasi atau setting.
  • Pertama, silahkan download program mIRC terbaru (mIRC v7.32) di http://www.mirc.com/get.html atau klik di SINIAJA.
  • Setelah terdownload, silahkan instal
  • 1. buka program MiRC, kemudian isi data kakak di kolom yg sudah disediakan di MiRc Option. setelah diisi lengkap jangan di connect dulu.
    2. klik server yang ada disebelah kolom paling kanan (dibawah connect)
    3. kemudian klik add, lalu muncul add server. selanjutnya isi kolom yang sudah disediakan, antara lain:
    - Description : scoutlink
    - IRC Server : irc.scoutlink.net
    - Ports : 6667
    - Group : scoutlink

    kemudian klik add
    4. pada tampilan miRC option, di IRC server klik scoutlink, lalu add
    5. kemudain kembali ketampilan awan (langkah 1) selanjutnya Klik Connect
    6. ditunggu beberapa saat...akan muncul tampilan MiRC Favorites, kemudaian ketik ‪#‎indonesian‬ di kolom enter a Channel name and clik join. tunggu beberapa saat akan muncul kakak-kakak anggota pramuka seluruh indoonesiayang sedang Online.
Jangan lupa untuk mendaftarkan diri (registrasi) sebagai peserta JOTA dan JOTI secara online di www.jota-joti.org. Seperti itu saja, mudah kan ?? Ayo meriahkan :)




Baca Selengkapnya ....

AKREDITASI GUDEP 2014

Posted by Dea Alfi Fauzan Rabu, 31 Juli 2013 0 komentar
Pada tahun 2014, Kwarran Bojongmangu akan melaksanakan akreditasi Gudep sebagai bahan evaluasi bagi gudep-gudep yang ada di wilayah bojongmangu. Sebelum melaksanakan akreditasi tersebut, pihak Kwarran sedang melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap tiap gudep yang ada di Bojongmangu.

Saat ini, jumlah Gugus Depan yang terdata di Kwarran Bojongmangu ada 25 Gugus Depan, 19 SD/MI, 5 SMP/MTs, dan 1 SMA/MA. 

Ada beberapa Gugus Depan yang sedang mengajukan permintaan Nomor Gudep, dan saat ini sedang di proses sekaligus mengadakan pendataan dan penataan ulang dalam program kerja Kwarran yakni Revitalisasi Gudep. 

Kepada seluruh Gugus Depan yang ada di ruang lingkup Kec. Bojongmangu, harap agar mengisi formulir akreditasi yang bisa di download DOWNLOAD DISINI. Dan diharapkan agar segera mengembalikan formulir yang telah diisi ke email : dkrbojongmangu23@yahoo.com atau deaalfifauzan22@gmail.com paling lambat akhir 2013. Terima Kasih :)

SALAM PRAMUKA!

Baca Selengkapnya ....

JUKLAK JOTA-JOTI 2013

Posted by Dea Alfi Fauzan Senin, 29 Juli 2013 0 komentar
Mungkin masih banyak anggota Pramuka yang bingung dengan Jota-Joti. Untuk menghilangkan kebingungannya., silahkan untuk mendownload Juklak Jota-Joti 2013 yang telah kami sediakan.

Jota-Joti sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Agustus di Indonesia, dan untuk Internasional akan dilaksanakan pada 19-20 Oktober 2013.

Juklak bisa didownload DISINI. Terima Kasih :)
Have a nice Jamboree :)


Baca Selengkapnya ....
trikmudahseo.blogspot.com support www.evafashionstore.com - Original design by Bamz | Copyright of Pramuka Bojongmangu.